11 How to Edit VIRAL Short Form Motion Graphic Reels in After Effects! (Step-by-Step TUTORIAL)

Saya akan jelaskan tutorial ini dari awal sampai akhir, bukan hanya merangkum hasilnya. Saya juga akan mempertahankan urutan kerja di After Effects, nama tool/effect, nilai yang disebutkan, serta alasan kenapa setiap langkah dilakukan, tetapi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.

Tutorial ini pada dasarnya mengajarkan cara membuat video pendek vertikal 1080×1920 bergaya modern/viral, dengan kombinasi motion graphics, typography, glow, gradient, shape animation, 3D camera, efek glitch, dan sinkronisasi dengan voice-over. Video dibangun dari beberapa scene yang mengikuti tiga kata utama: Analysis → Planning → Execution.


1. Gambaran besar tutorial

Sebelum masuk ke After Effects, ada satu konsep penting yang disebutkan di awal:

Analysis → Planning → Execution

Tiga tahap ini menjadi isi utama video sekaligus struktur visualnya.

Secara sederhana:

ANALYSIS
   ↓
PLANNING
   ↓
EXECUTION

Video dibuat dalam format:

  • 1080 × 1920
  • Vertical / portrait
  • menggunakan AI voice-over
  • visual mengikuti apa yang diucapkan voice-over.

Prinsip utama tutorial

Tutorial ini bukan sekadar membuat objek bagus. Yang paling penting adalah:

Suara → timing → visual.

Misalnya voice-over mengatakan:

“There are three important steps…”

Maka kata three, analysis, planning, dan execution dibuat muncul tepat mengikuti ucapan.

Jadi animasi dibuat berdasarkan ritme narasi, bukan sekadar animasi yang berjalan sendiri.


2. SCENE 1 — Membuat lingkaran utama

Kita mulai dari objek paling penting: circle.

Langkah 1 — Buat composition

Buat composition baru:

Width  = 1080
Height = 1920

Ini berarti video dibuat untuk format vertical seperti:

  • TikTok
  • Instagram Reels
  • YouTube Shorts.

3. Membuat Circle

Gunakan:

Ellipse Tool

Kemudian:

  1. Buat sebuah lingkaran.
  2. Set Fill = White.
  3. Matikan Stroke.
  4. Aktifkan Title/Action Safe Guides.
  5. Posisikan lingkaran di tengah.
  6. Center-kan anchor point (Ctrl + Alt + Home) atau bisa juga menggunakan plugin AC Anchor Point Mover gratis https://misterhorse.com/anchor-point-mover.
  7. Rename layer menjadi Circle.

Tujuannya adalah membuat sebuah objek utama yang nantinya menjadi pusat perhatian.


4. Membuat gradient pada Circle

Sekarang circle putih tadi dibuat lebih menarik.

Buka:

Fill Options → Radial Gradient

Radial gradient berarti warna menyebar dari satu titik pusat ke arah luar.

Gunakan dua warna:

  • biru muda
  • turquoise/stone blue.

Kemudian:

  1. Klik titik warna pada gradient.
  2. Posisikan warna biru di area yang diinginkan.
  3. Tingkatkan Feather supaya perpindahan warna menjadi lembut.

Hasil yang diinginkan kira-kira:

       cyan/blue
          ↓
       ╭─────╮
      /       \
     |  BLUE   |
      \       /
       ╰─────╯

Bukan lingkaran dengan satu warna datar.


5. Menambahkan Inner Glow

Klik kanan layer Circle:

Layer Styles → Inner Glow

Kemudian:

  1. Buka pengaturan Inner Glow.
  2. Masuk ke Edit Gradient.
  3. Ubah warna menjadi White.
  4. Naikkan Glow Size menjadi sekitar 40.

Tujuannya adalah membuat bagian dalam/tepi lingkaran terlihat bercahaya.


6. Menambahkan Radial Fast Blur

Buka:

Effects & Presets

Cari:

Radial Fast Blur

Tambahkan ke Circle.

Efek ini membuat glow terasa lebih menyebar dan membantu menghasilkan tampilan yang lebih “cinematic”.


7. Membuat Circle berputar tanpa keyframe

Sekarang kita mulai masuk ke animasi.

Buka:

Rotation

Kemudian:

  1. Tahan Alt.
  2. Klik stopwatch Rotation.
  3. Hapus expression/script yang ada.
  4. Masukkan:
time * 200

Hasilnya Circle akan berputar terus-menerus.

Yang menarik:

Tidak perlu membuat keyframe satu pun.

Apa maksudnya?

Biasanya:

Frame 0     Rotation 0°
Frame 100   Rotation 360°

Tetapi dengan:

time * 200

After Effects menghitung rotation berdasarkan waktu.

Jadi:

Waktu berjalan
      ↓
Rotation terus berubah
      ↓
Circle berputar selamanya

Ini contoh sederhana expression-based animation.


8. Membuat Background

Sekarang kita membuat background.

Background putih

  1. Klik kanan timeline.
  2. Pilih New → Solid.
  3. Pilih warna putih.
  4. Rename menjadi Background.
  5. Letakkan di bawah Circle.

Struktur layer menjadi:

Circle
Background

9. Membuat Grid

Buat Solid baru.

Kali ini:

  • warna hitam
  • nama: Grid
  • Letakkan di bawah Circle.

Kemudian tambahkan:

Grid Effect

Atur:

  • Grid Color → Black
  • sesuaikan Grid Center
  • atur nilai agar menjadi square grid
  • corner: 600,0,1020,0
  • Border Amount → 2.

10. Membuat zoom pada Grid

Pilih Grid.

Pada frame awal:

Scale → buat keyframe

Kemudian sekitar 5 detik kemudian:

Scale = 150

Artinya grid akan membesar.

Frame 0             Frame 5 sec

GRID                 GRID
 kecil      →        besar

Setelah itu:

Pre-compose Grid.

11. Membuat Grid berbentuk lingkaran

Masuk ke pre-comp Grid.

Aktifkan lagi:

Title/Action Safe Guides

Kemudian:

  1. Pilih Grid pre-comp.
  2. Gunakan Ellipse Tool.
  3. Buat mask berbentuk lingkaran.
  4. Buka Mask Settings.
  5. Set Mask Feather ≈ 400.
  6. Set Mask Opacity = 50%.

Kenapa feather sangat besar?

Karena kita tidak ingin batas lingkaran terlihat tajam.

Hasilnya lebih seperti:

     .........
   ..  GRID   ..
  .   GRID      .
   ..         ..
     .........

bukan:

████████
█ GRID █
████████

12. Membuat Caption

Sekarang masuk ke typography.

Gunakan:

Type Tool

Tuliskan caption berdasarkan voice-over.

Contohnya:

There are three important
steps you should focus on.

Atur:

  • warna mendekati dark blue
  • font Next Sahe
  • ukuran sekitar 100 untuk caption awal.

13. Membuat beberapa teks dengan ukuran berbeda

Caption pertama diduplikasi.

Kemudian dibuat kata:

THREE

Kata ini dibuat lebih besar dan ditempatkan di area tertentu.

Kemudian duplicate lagi untuk kata:

IMPORTANT

Ukurannya dibuat sedikit lebih kecil.

Jadi scene mulai memiliki hierarchy:

There are

THREE

important
steps...

Tujuannya agar penonton tidak melihat satu blok teks yang monoton.


14. Sinkronisasi teks dengan Voice-over

Ini salah satu bagian paling penting.

Jangan membuat semua teks muncul sekaligus.

Sebaliknya:

  1. Dengarkan voice-over.
  2. Cari kapan kata tertentu diucapkan.
  3. Pindahkan caption ke titik tersebut.
  4. Caption muncul tepat ketika kata itu disebut.

Misalnya:

VOICE:
"There are THREE important steps..."

TIMELINE:

There are → muncul
THREE     → muncul
important → muncul
steps     → muncul

Tutorial menekankan bahwa cara ini membuat scene terasa lebih hidup dan tidak statis.


15. SCENE 2 — Transition ke background biru

Sekarang kita masuk scene kedua.

Buat:

New Black Solid

Rename:

Background

Kemudian tambahkan:

Gradient Ramp

Ubah:

Ramp Shape → Radial Ramp

Gunakan:

  • warna pertama → dark blue
  • warna kedua → hampir hitam.

Posisikan titik warna pertama di tengah scene.

Titik kedua diletakkan ke luar scene sebelah kiri.

Hasilnya:

       dark blue
          ↓
     ╭─────────╮
   ╱             ╲
  │    center     │
   ╲             ╱
     ╰─────────╯
          →
       black

16. Membuat circular transition

Gunakan:

Ellipse Tool → Mask

Buat mask kecil pada background.

Buka:

Mask Expansion

Pada frame awal:

Mask Expansion → keyframe

Kemudian sekitar 12 frame kemudian:

Naikkan Expansion sampai menutupi seluruh scene.

Jadi:

Frame awal

   ●

12 frame kemudian

████████████
████████████
████████████

Tambahkan:

Mask Feather = 200

supaya transition lebih halus.


17. Circle ikut berubah saat transition

Ketika background menyebar, Circle juga dibuat berubah.

Tambahkan:

Scale Keyframe

Pada awal transition, buat keyframe.

Kemudian setelah transition selesai:

Scale ≈ 19

Setelah itu:

  1. Pilih semua keyframe.
  2. Apply Easy Ease.
  3. Buka Graph Editor.
  4. Atur Speed Graph agar gerakan lebih smooth.
  5. Aktifkan Motion Blur untuk composition dan layer.

Kenapa Easy Ease?

Tanpa easing:

───────→

Gerakan terasa mekanis.

Dengan easing:

───╮
   ╰────

Objek terasa mulai dan berhenti dengan lebih natural.


18. Menambahkan Wiggle

Sekarang Circle diberi sedikit gerakan random.

Gunakan:

Wiggle

Set:

Wiggle Speed = 1.8
Wiggle Amount = 12

Tujuannya bukan membuat Circle berguncang hebat.

Justru sedikit gerakan membuatnya terasa lebih organik.


19. Membuat kartu “ANALYSIS”

Sekarang kita membuat visual utama untuk tiga tahap.

Gunakan:

Rounded Rectangle Tool

Buat rectangle.

Atur:

  • Roundness = 80
  • anchor point di tengah
  • align ke scene.

20. Membuat Four Color Gradient

Tambahkan:

Four Color Gradient

Letakkan empat titik warna di empat sudut.

Contoh:

Blue ───────── Dark Blue
 │                  │
 │                  │
Dark Blue ─────── Blue

Gunakan beberapa warna biru gelap agar rectangle terasa memiliki kedalaman.


21. Menambahkan Light Effect

Tambahkan:

Light Effect

Atur:

  • Direction ≈ -84
  • Width ≈ 170
  • Sweep Intensity = 0
  • Edge Intensity ≈ 40
  • Edge Thickness = 3

Posisikan center point sesuai kebutuhan.

Efek ini membuat rectangle terlihat seperti memiliki pantulan cahaya.


22. Menambahkan teks ANALYSIS

Gunakan Type Tool.

Tulis:

ANALYSIS

Atur:

  • warna putih
  • ukuran ≈ 70
  • center terhadap shape.

23. Membuat expanding wave

Sekarang rectangle diduplikasi.

Timeline-nya dibuat sedikit berbeda.

  1. Duplicate shape.

  2. Geser duplicate sekitar 3 frame ke depan.

  3. Tambahkan Scale keyframe.

  4. Tambahkan Opacity keyframe.

  5. Sekitar 13 frame kemudian:

    • Scale = 125
    • Opacity = 0

Hasilnya:

[ANALYSIS]

       ↓

[ANALYSIS]   →   [        ]
       semakin besar
       semakin transparan

Ini menghasilkan wave/expansion effect.


24. Parenting layer

Rename shape utama menjadi:

Main

Kemudian:

  • Text → parent/link ke Main
  • duplicate shape → parent/link ke Main

Dengan begitu ketika Main bergerak:

Main
 ├── Text
 └── Wave

semuanya ikut bergerak.


25. Menggunakan Animation Composer

Tutorial kemudian menggunakan plugin:

Animation Composer

Pilih preset:

Basic Jumping

Terapkan pada Main.

Kemudian pendekkan durasi jumping menjadi sekitar 3 frame.

Tujuannya agar kartu “ANALYSIS” masuk dengan gerakan kecil seperti melompat.


26. Membuat PLANNING

Setelah Analysis selesai:

  1. Pilih layer Analysis.
  2. Duplicate semua layer.
  3. Geser ke sekitar 3 detik.
  4. Geser posisi layer ke bawah.
  5. Ganti teks menjadi:

PLANNING.

Karena posisi berubah, gradient dan light effect juga perlu disesuaikan kembali.


27. Membuat EXECUTION

Duplicate lagi kelompok layer tersebut.

Geser sekitar 1 detik ke depan.

Pindahkan ke posisi di bawah Planning.

Ganti teks menjadi:

EXECUTION

Kemudian sesuaikan kembali:

  • Four Color Gradient
  • Light effect
  • posisi layer.

Aktifkan Motion Blur.

Sekarang secara visual kita memiliki:

ANALYSIS
   ↓
PLANNING
   ↓
EXECUTION

yang muncul mengikuti voice-over.


28. SCENE 3 — Membuat Circle besar

Sekarang masuk bagian yang lebih kompleks.

Buat Ellipse besar.

Kemudian:

  • center anchor
  • vertical align
  • posisikan sesuai scene.

29. Membuat Circle terlihat cinematic

Tambahkan:

Gradient Overlay

Gunakan:

  • dark blue
  • extremely dark navy blue.

Kemudian tambahkan:

Bevel & Emboss

Atur:

Depth = 20
Size = 60
Angle = 270°

Hasilnya Circle terlihat lebih dimensional/cinematic.


30. Membuat color grading

Buat:

Adjustment Layer

Tambahkan:

Three Tone Effect

Pertahankan highlight dan shadow.

Ubah midtone menjadi bright blue.

Tujuannya agar keseluruhan video mempunyai palet warna yang konsisten.

Kemudian tambahkan:

Noise Effect

Atur:

Amount = 12
Use Color Noise = Off

Ini memberikan sedikit texture sehingga gambar tidak terlalu digital/bersih.


31. Membuat Circle Stroke

Duplicate Circle.

Pada duplicate:

  1. Hapus layer styles.
  2. Matikan Fill.
  3. Aktifkan Stroke.
  4. Stroke = White.
  5. Stroke Width = 10.

Rename:

Shape Fill
Shape Stroke

32. Membuat Trim Paths

Pilih Shape Stroke.

Klik:

Add → Trim Paths

Atur:

Start = 40%
End   = 60%

Kemudian animasikan Offset:

Awal      = -5
+2.5 sec  = +5

Hasilnya stroke terasa bergerak mengelilingi Circle.


33. Membuat stroke lebih tipis

Buka:

Stroke → Taper

Set:

Start Length = 100%
End Length   = 100%

Kemudian tambahkan:

Gaussian Blur = 10

Setelah itu:

Glow

Buat dua glow:

Glow 1 = Radius 80
Glow 2 = Radius 300

Kemudian tambahkan:

Radial Fast Blur

Atur:

Blur Amount = 60
Brightness

Posisikan control point sesuai scene.


34. Membuat global glow

Buat Adjustment Layer:

Glow

Tambahkan Glow:

Glow Radius = 200

Tetapi glow ini tidak digunakan pada scene pertama.

Jadi opacity-nya dianimasikan:

Awal scene 2 → 0%
5 frame kemudian → 100%

Dengan demikian cahaya “masuk” bersama scene baru.


35. Menggerakkan Shape Fill + Stroke bersama

Link:

Shape Stroke → Shape Fill

Kemudian tambahkan Position keyframe pada Fill.

Ketika scene dimulai, geser sedikit ke atas.

Gunakan:

  • Easy Ease
  • Graph Editor

supaya pergerakannya smooth.

Kemudian buat opacity:

Awal → 0%
+16 frame → 100%

Sehingga objek muncul secara halus.


36. SCENE 4 — Circle kecil seperti terperangkap

Sekarang kita membuat adegan di mana Circle kecil terlihat seperti mencoba keluar dari Circle besar.

Pertama buat Circle baru.

Tambahkan:

Gradient Ramp

Gunakan:

  • dark blue
  • slightly lighter blue.

Kemudian:

Glow

Radius sekitar:

150

dan:

Inner Glow

Radius sekitar:

250

37. Membuat Circle masuk/keluar dengan Scale

Pada awal scene:

Scale = 240

Kemudian sekitar 1 detik kemudian:

Scale = 100

Gunakan:

  • Easy Ease
  • Graph Editor

supaya gerakan terasa lebih natural.

Kemudian opacity:

Awal = 0%
Setelah motion selesai = 100%

38. Membuat efek “terjebak” dengan CC Smear

Tambahkan:

CC Smear

Atur:

Tip Type = Wizard
Reach = 90
Radius = 220

Dengan menggerakkan smear point, kita dapat membuat Circle terlihat seperti tertarik atau terdistorsi.


39. Menghubungkan CC Smear ke Circle

Ini bagian yang cukup advanced.

Buka pengaturan posisi CC Smear.

Tahan:

Alt + klik stopwatch

Kemudian masukkan expression yang diberikan oleh tutorial.

Tujuannya:

Circle Position
      ↓
CC Smear Position

Jadi ketika Circle bergerak:

Smear otomatis mengikuti Circle.

Ini jauh lebih baik daripada menggerakkan smear secara manual satu per satu.


40. Membuat Circle mencoba melarikan diri

Pada sekitar 5 detik:

Buat Position keyframe.

Kemudian setiap 6 frame, ubah posisinya.

Contohnya:

Center
   ↓
Top Right
   ↓
Right
   ↓
Center
   ↓
Bottom

Total sekitar enam position keyframe dibuat.

Tujuannya agar Circle terlihat seperti:

mencoba keluar dari tempatnya.

Ini bukan sekadar gerakan random; gerakan tersebut dipakai untuk menerjemahkan emosi voice-over menjadi visual.


41. Memperhalus gerakan Circle

Pilih semua keyframe.

Kemudian:

Easy Ease → Graph Editor

Atur Speed Graph.

Hasilnya akan terasa lebih realistis daripada gerakan linear.


42. Mengeluarkan Circle besar dari scene

Pada titik tertentu:

  1. Buat Position keyframe.
  2. Sekitar 2 detik kemudian, pindahkan Circle besar ke bawah sampai keluar frame.
  3. Apply Easy Ease.
  4. Atur Graph Editor.

Kemudian sekitar 1 detik setelahnya Circle digeser sedikit ke bawah untuk menciptakan kesan stretching.

Setelah itu dikembalikan ke posisi semula.


43. Menambahkan Circle kecil di dalam

Buat beberapa Circle kecil:

  • dark gray
  • ukuran berbeda-beda.

Letakkan di dalam Circle besar.

Kemudian:

  1. Tambahkan Wiggle pada satu Circle.
  2. Wiggle Amount = 20.
  3. Copy/paste effect tersebut ke Circle lainnya.
  4. Link Circle kecil ke Circle besar.
  5. Tambahkan opacity animation sekitar 9 frame.
  6. Buat beberapa Circle mulai beberapa frame lebih cepat/lambat.

44. Wiggle pada Circle besar

Tambahkan Wiggle pada Circle besar.

Atur:

Frequency = 1.2
Amount    = 30

Hasilnya Circle terasa lebih hidup dan organik.


45. Membuat rocket smoke trail

Sekarang dibuat efek seperti Circle/rocket meninggalkan jejak.

Buat composition baru:

Waves

Di dalamnya buat Shape Layer.

Tambahkan:

Polygon

Atur:

Points = 3
Radius = 550

Unlock Scale dan sesuaikan sampai memenuhi composition.


46. Membuat gradient pada Waves

Tambahkan:

Gradient Field

Set:

Type = Radial

Ubah warna kedua menjadi dark blue.

Kemudian geser Start Point sehingga warna putih berada di posisi yang diinginkan.


47. Membuat bentuk Waves

Tambahkan:

Wave Warp

Atur:

Wave Height = 40
Wave Width  = 160
Direction    = 180°
Wave Speed  = 2

Kemudian pilih:

Top Edge

Setelah itu tambahkan:

Mirror

dan tempatkan center point di tengah scene.

Hasilnya menjadi bentuk wave simetris.


48. Memasukkan Waves ke main composition

Masukkan composition Waves ke timeline utama.

Atur:

  • Position
  • Scale

sehingga berada di belakang Circle.

Tujuannya membuat kesan:

        ●
       / \
      /   \
     ~~~~~~~
      smoke
      trail

Kemudian duplicate Waves.

Untuk salah satunya:

Opacity = 70%

dan geser sedikit ke atas.

Ini memberikan layering/depth.


49. Mengikuti gerakan Circle

Sekitar detik 7:

Tambahkan Position keyframe pada Waves.

Gerakkan Waves mengikuti Circle.

Karena Circle sudah menggunakan rotation expression, tutorial tidak melakukan linking langsung ke Circle.

Sebagai gantinya digunakan Position Keyframes.


50. Membuat Waves muncul secara bertahap

Salah satu Waves disembunyikan.

Kemudian tambahkan:

Linear Wipe

Atur:

Wipe Angle = 0°
Transition Completion ≈ 90
Feather = 300

Buat keyframe Transition Completion.

Saat Circle besar hilang:

Waves menjadi terlihat.

Lakukan hal yang sama pada Waves kedua.


51. Menghilangkan Waves yang menembus Circle

Masalah:

Waves terlihat menembus Circle.

Solusinya:

  1. Buat mask.
  2. Mask area yang tidak diinginkan.
  3. Invert mask.
  4. Animasi Mask Path/Mask Pad bila diperlukan.

Dengan demikian Waves hanya terlihat di area yang seharusnya.


52. Membuat Stars

Buat Solid baru.

Tambahkan:

CC Ball Action

Gunakan pengaturan:

Grid Spacing = 50
Ball Size = 4
Shading = -4
Scatter = 100
Scatter Motion = -2
Twist Angle ≈ 40°
Twist Property = Center X
Rotation = 70

Rename:

Stars

Letakkan di belakang Waves.


53. Menggerakkan Stars

Scene dimulai sekitar detik 7.

Pada posisi tersebut:

Displays = -700

Kemudian sekitar detik 10:

Displays = 0

Tambahkan fade:

Awal = Opacity 0%
+10 frame = 100%

Hasilnya seperti background bintang yang perlahan muncul ketika Circle bergerak naik.


54. Menambahkan planet

Tutorial kemudian menggunakan kembali layer dari scene sebelumnya.

Duplicate:

  • Shape Fill
  • Shape Stroke

Hapus keyframe lama.

Set:

Scale = 35

Posisikan planet di kanan atas.

Buat Position keyframe.

Sekitar 1 detik kemudian, gerakkan ke bawah sampai keluar frame.

Karena posisinya berubah, Bevel & Emboss dan posisi stroke perlu disesuaikan agar pantulan cahaya terlihat konsisten.

Kemudian duplicate lagi:

  • sekitar 20 frame kemudian
  • posisi kiri atas
  • Scale ≈ 30
  • turun keluar frame.

Kemudian buat planet lain di kanan.

Hasil akhirnya membuat Circle terasa seperti benar-benar bergerak naik melewati lingkungan luar angkasa.


55. SCENE TERAKHIR — Membuat Graph

Sekarang masuk scene terakhir.

Bersihkan layer scene sebelumnya.

Kemudian buat composition baru ukuran:

1080 × 1920

Gunakan kembali background biru yang sudah dibuat sebelumnya daripada membuat background baru.


56. Membuat panel graph

Gunakan:

Rounded Rectangle Tool

Atur:

Roundness = 65

Center-kan.

Kemudian copy:

Four Color Gradient

dari scene sebelumnya dan paste ke rectangle.

Sesuaikan titik gradient di empat sudut.


57. Membuat Light Sweep

Tambahkan:

Light Sweep

Atur:

Width = 200
Sweep Intensity = 0
Edge Intensity = 500
Edge Thickness = 1

Posisikan Light Sweep di tengah.

Ini membuat panel terlihat seperti memiliki garis cahaya yang menyapu permukaannya.


58. Membuat garis graph

Gunakan:

Pen Tool

Atur:

  • Fill = Off
  • Stroke = On
  • Stroke Width = 1

Buat garis graph sederhana di dalam rectangle.

Kemudian import PNG grid line.

Atur:

Rotation = 90°
Scale = 60

Posisikan dekat graph.

Gunakan rectangular mask dengan:

Feather = 100

agar tepi grid lebih lembut.


59. Membuat garis graph yang bercahaya

Buat graph line menggunakan Pen Tool.

Atur:

Stroke Width = 4
Color = Blue

Kemudian tambahkan:

Glow

Radius:

100

60. Membuat graph tergambar dari kiri ke kanan

Buka Shape Layer.

Pilih:

Add → Trim Paths

Atur:

End = 0%

Pada frame awal:

End = 0%

Buat keyframe.

Sekitar 4 detik kemudian:

End = 100%

Kemudian:

  • Easy Ease
  • Graph Editor

Hasilnya garis graph seolah-olah digambar secara real-time.


61. Membuat tulisan EXPLODE

Gunakan Type Tool.

Tulis:

EXPLODE

Atur:

Color = White
Font = Impact Regular
Font Size = 180

Posisikan agak ke bawah.


62. Membuat shadow/extrusion dengan Shader

Pre-compose text.

Kemudian tambahkan:

Shader Effect

Set View:

Render

Kemudian:

Shape → Pattern = Glass

Origin point diletakkan di tengah text.

Atur:

Repetition = 10
Extrusion Depth = 0

63. Membuat efek Force

Pada:

Force 1

Letakkan titik di tengah text.

Set:

Strength = 0.05

Kemudian pada Physics:

Gravity = 0
Rotation Speed = 0.4

Ini menghasilkan shadow/extrusion yang terasa hidup.


64. Membuat shadow lebih kuat

Copy Shader Effect.

Pre-compose lagi.

Paste effect.

Kemudian:

Shape = 100
Force 1 Amount = 0.1

Hasilnya adalah shadow/extrusion yang lebih kuat di belakang text.


65. Membuat Camera Movement

Sekarang kita menggunakan 3D Camera.

Buat:

New Camera

Kemudian pilih semua layer kecuali:

  • Camera
  • Background

dan aktifkan:

3D Layer


66. Menggerakkan Camera mengikuti Graph

Sekitar detik 7:

Tambahkan:

  • Camera Position keyframe
  • Camera Orientation keyframe

Kemudian kembali ke frame awal.

Zoom kamera ke bagian bottom-left graph dan beri sedikit orientation.

Dengan demikian kamera akan bergerak mengikuti jalur graph.

Secara visual:

Graph:

●────────╮
         ╰──────●
                 ↑
              CAMERA

Kamera tidak hanya diam.

Ia bergerak mengikuti perjalanan visual.


67. Memperhalus Camera

Pilih camera keyframes.

Gunakan:

Easy Ease

Kemudian buka:

Graph Editor

Sesuaikan Speed Graph agar gerakan kamera lebih halus.

Text EXPLODE dipindahkan ke sekitar detik 2 karena selama dua detik pertama belum diperlukan.


68. Glitch Transition terakhir

Terakhir kembali ke Main Composition.

Gunakan:

Animation Composer

Tambahkan:

Glitch Transition

sekitar detik 9, yaitu ketika scene terakhir dimulai.

Setelah itu seluruh video selesai.


69. Struktur keseluruhan video

Kalau seluruh tutorial kita sederhanakan, struktur produksinya kira-kira seperti ini:

VOICE-OVER
    │
    ▼
┌─────────────────────┐
│ Scene 1             │
│ Circle + Grid       │
│ Caption             │
└──────────┬──────────┘
           ↓
┌─────────────────────┐
│ Scene 2             │
│ ANALYSIS            │
│ PLANNING            │
│ EXECUTION           │
└──────────┬──────────┘
           ↓
┌─────────────────────┐
│ Scene 3             │
│ Big Circle          │
│ Stroke + Glow       │
│ Small Circle        │
└──────────┬──────────┘
           ↓
┌─────────────────────┐
│ Scene 4             │
│ Smoke Trail         │
│ Stars               │
│ Planets             │
└──────────┬──────────┘
           ↓
┌─────────────────────┐
│ Final Scene         │
│ Graph               │
│ EXPLODE             │
│ 3D Camera           │
│ Glitch Transition   │
└─────────────────────┘

70. Tool yang sebenarnya sedang diajarkan

Walaupun tutorial terlihat sangat panjang, sebenarnya ada beberapa teknik inti yang terus diulang.

A. Keyframe

Digunakan untuk:

  • Position
  • Scale
  • Opacity
  • Mask Expansion
  • Offset
  • Camera movement.

B. Easy Ease + Graph Editor

Digunakan hampir setiap kali ada gerakan penting.

Tujuannya:

membuat animasi tidak terasa linear dan kaku.


C. Parenting / Linking

Digunakan supaya:

Parent
 ├── Text
 ├── Shape
 └── Effect

bisa bergerak sebagai satu kesatuan.


D. Pre-compose

Digunakan ketika beberapa layer ingin diperlakukan sebagai satu unit.

Contohnya:

Text
Shape
Glow
Shadow
   ↓
Pre-comp
   ↓
satu objek

E. Expressions

Contoh paling jelas:

time * 200

dan expression pada CC Smear.

Ini digunakan ketika sebuah properti harus mengikuti sesuatu secara otomatis.


F. Effects

Beberapa effect penting yang digunakan:

  • Radial Fast Blur
  • Grid
  • Gradient Ramp
  • Wiggle
  • Four Color Gradient
  • Light
  • Trim Paths
  • Gaussian Blur
  • Glow
  • CC Smear
  • Wave Warp
  • Mirror
  • Linear Wipe
  • CC Ball Action
  • Light Sweep
  • Shader
  • Three Tone
  • Noise.

71. Kenapa tutorial ini terlihat kompleks?

Sebenarnya setiap scene dibangun dari prinsip yang sama:

SHAPE
  +
COLOR
  +
LIGHT
  +
ANIMATION
  +
TIMING
  +
VOICE-OVER

Misalnya sebuah Circle sederhana:

Circle

kemudian ditambahkan:

Gradient
    ↓
Glow
    ↓
Blur
    ↓
Wiggle
    ↓
Keyframe
    ↓
Motion Blur

Circle sederhana akhirnya terlihat seperti objek motion graphics profesional.


72. Hal paling penting yang perlu kamu pahami

Kalau kamu sedang belajar After Effects, jangan mencoba menghafal semua angka terlebih dahulu.

Yang jauh lebih penting adalah memahami fungsi setiap teknik.

TeknikTujuan
KeyframeMengubah properti dari A → B
Easy EaseMembuat gerakan lebih natural
Graph EditorMengatur karakter kecepatan
ParentingMembuat beberapa layer bergerak bersama
Pre-composeMenggabungkan beberapa layer menjadi satu unit
MaskMembatasi area yang terlihat
FeatherMelembutkan tepi mask
Trim PathsMenggambar/menghapus stroke secara animasi
GlowMemberi efek cahaya
WiggleMemberi gerakan kecil/random
ExpressionMengotomatisasi animasi
3D CameraMembuat pergerakan kamera dalam ruang 3D
Motion BlurMembuat gerakan cepat terlihat lebih natural

73. Workflow yang sebaiknya kamu ikuti saat mencoba tutorial ini

Kalau kamu ingin benar-benar mengikuti tutorial, jangan langsung membuat semuanya sekaligus.

Gunakan workflow berikut:

Tahap 1 — Setup

Create Composition
↓
1080 × 1920
↓
Import Voice-over

Tahap 2 — Scene 1

Circle
↓
Gradient
↓
Inner Glow
↓
Radial Fast Blur
↓
Rotation Expression
↓
Grid
↓
Caption
↓
Sync Voice-over

Tahap 3 — Scene 2

Blue Background
↓
Circular Mask Transition
↓
ANALYSIS
↓
PLANNING
↓
EXECUTION
↓
Animation Composer
↓
Motion Blur

Tahap 4 — Scene 3

Big Circle
↓
Gradient Overlay
↓
Bevel & Emboss
↓
Stroke
↓
Trim Paths
↓
Glow
↓
Small Circle
↓
CC Smear
↓
Wiggle

Tahap 5 — Space Scene

Waves
↓
Wave Warp
↓
Mirror
↓
Smoke Trail
↓
Stars
↓
Planets

Tahap 6 — Final Scene

Graph
↓
Trim Paths
↓
EXPLODE
↓
Shader
↓
3D Camera
↓
Glitch Transition

74. Inti dari seluruh tutorial

Kalau saya sederhanakan menjadi satu prinsip:

Jangan hanya membuat animasi yang bergerak. Buat animasi yang mengikuti cerita.

Voice-over mengatakan:

Analysis

→ tampilkan Analysis.

Voice-over mengatakan:

Planning

→ visual berpindah ke Planning.

Voice-over mengatakan:

Execution

→ visual berpindah ke Execution.

Kemudian ketika narasi berbicara tentang momentum, gerakan Circle dibuat semakin dinamis, ada smoke trail, stars, planets, kemudian kamera mengikuti graph sampai akhirnya muncul EXPLODE. Jadi visual selalu mempunyai hubungan dengan apa yang sedang dikatakan narator.

Itulah alasan tutorial ini terasa seperti video “viral”: bukan karena efeknya banyak, tetapi karena efek, typography, timing, camera movement, dan voice-over bekerja sebagai satu kesatuan.